Pada zaman dahulu kala hidup seorang anak bajak laut bernama REINA.dia hidup di tepi pantai bersama ayahnya.Ayahnya seorang kapten bajak laut yg muslim dan terkaya.tetapi ayahnya sangat tidak mempudulikan reina.dan meninggalkan reina setiap hari
kan daia dan ayahnya bisa hidup bersama seperti anak-anak yg lainnya.pada sutu kejadian dia pergi mencari ayahnya hanya sendirian.dia pergi dari rumah.dan dia banyak menemukan hal yg baru dan menemukan teman yaitu dea dan reza
reina:apa kalian membantuku mencari ayahku
dea :baiklah
reza :aku tidak mau.buat apa aku berputualang mendingan aku ngolor aja
lalu dea menjitak kepala dea sampai benjol"
reza :tega sekali kau dea
reina :sudahlah teman-teman jangn ribut, tidak apa-apa kok aku belayar sendiri
dea&reza;kami berdua mau kok
Reina:baiklah teman-teman kita belayar
Reina dan kawan-kawan belayar dan menumukan banyak rintangan.dan pada suatu tempat bernama greenland menumukan kapal bajak laut bendera hijau berlafaz Allah.dia tahu kalau kapal itu adalah kapal ayahnya.tetapi disitu banyak sekali pohon dan hewan-hewan yg buas.Reina tersesat, sedangkan dea dan reza menemukan ayah reina.dea dan reza menceritakan tentang reina.lalu ayahnya menyadari hal itu dan ayahnya mencari reina.raina mulai pngn dimakan serigala lalu dngn cepat ayahnya menolongnya.
Ayah:kau tidak apa-apa reina
reina:ayah
ayah:reina maafkan aku karena telah meninggalkanmu, ayah berjanji akan selalu bersamamu
Reina:ayah berjanji? aku maafkan ayah.THANK YOU DAD
AKHIRNYA REINA DAN AYAHNYA HIDUP BAHAGIA SELAMANYA.
pada suatu hari ada
anak kecil bernama makki.dia anak yg tidak suka bergaul dengan temannya dia selalu
dirumah tp dia mempunyai semangat yg tinggi dan cita-cita yg tinggi sekali.dia
selalu dijauhi oleh teman-temannya karena itulah dia suka munggurung diri.dia hanya
sebatang kara tinggal sendiri tetapi dia tidak menyerah pada saat dia berumur 12 tahun
dia meneuakan jalan, akhirnya dia mempikan sesuatu tentang masa depanya.yg berisikan
tentang kehidupannya di masa yang akan datang yang menyadihkan.tetapi akhirnya dia
merubah kehidupannya yang tdainya tidak punya teman, sekarang ia mempunyai teman dan dia
gemar menggambar kartun. sekarang ia telah menjadi animator.akhirnya makki hidup
dengan senang dan mempunyai guru dan teman-taman yg sayang dengannya. dia selalu sholat
dan mengaji setap hari sejak itu.sewaktu dia berumur 16 tahun dia mencari oran
tua ,ia ingin seperti anak yg punya ortu.tapi dia tidak menyerah dan selalu berdoa kepada tuhan.pada pagi hari dia menemukan seorang bapak-bapak disebuah taman dan
makki mengobrol dengan bapak itu ternyata ia juga kehilangan anaknya dan ia bercerita
tantang anaknya itu.tapi beberapa hari kemudian bapak itu menyadari sesuatu
bahwa makki ank yg ada dalam cerita.akhirnya makki dan ayahnya hidup bahagia.
THE END
LOVE SONG IN LIVE
Sorak
sorai penonton yang memenuhi seolah
menggetarkan gedung pertunjukkan MEIS besar itu. City Band baru saja
menyelesaikan 5 buah lagu dia atas panggung yang spektakuler ini adalah
penampilan perdana mereka. Tak di duga berhasil memborong empat penghargaan
sekaligus.
Semua
penghargaan itu semakin mengukuhkan sebagai salah satu group band teratas di
Indonesia. mereka mengawali debut mereka sajak SMP,setelah mengalami pahitnya
perjuangan kurang lebih dua tahun akhirnya mereka menjadi popular di kalangan
remaja.sekarang mereka begitu terkanal grup city band sering tampil di stasiun televisi
terkemuka.
Fans
meraka terus bertambah setiap harinya. Selain memiliki fans mereka huga
memiliki anti-fans. Fans menyatakan bahwa Rio sangat romantic karena selain
seorang vocalis,ia juga sangat pandai menciptakan lagu dan memainkan berbagai
macam alat musik,
“hei coba lihat!
Anti-fans kalian semakin banyak!” ujar Dadang. Menejer city band sambari
menunjukkan PC Tabletnya pada
“Biarkan saja! Aku sama
sekali tidak peduli pada mereka!” jawabnya dengan nada ketus
“…tapi fans kalian juga
semakin banyak. Jadi kurasa kalian tidak perlu memikirkan hal itu!” sambung
Chika . Asisten City Band .“selesai konser dia langsung masuk kamar untuk
beristirahat. Yah,biarpun dia sudah sembuh berkat…tetap saja ketahanan
fisik-nya paling lemah diantara kita semua.Sejak kecil dia jarang sekali
olahraga, berbeda denganmun mu dan juga
Andro.“ah, benar juga. Kalau begitu aku akan menambahkan jadwal kalian setiap
jam 05.30 s/d 07.30. Yah,tentu saja jika jadwal yang diberikan pihak menejemen
kosong saat itu!
“Tentu saja OLAHRAGA!
INGAT SEMANGAT 45 ITU PENTING!”
Di
dalam sebuah kamar sedang belajar untuk persiapan uas besok, aktivitas belajar
berhenti dikarenakan panggilan masuk yang datang dari ibunya“kenapa kau belum
pulang juga”!tanya ibu rio dari telepon.“tenang saja ibu sedikit lagi juga aku sudah mau pulang, oh ia apa ayah
tidak menanyakan keterlambatanku pulang ke rumah”
“Sepertinya ayahmu
sedang sibuk dengan pekerjaannya sehingga ia tidak menyadarinya”.‘syukurlah,
ibu teleponnya aku matikan dulu ya.“jaga kondisi kesehatanmu ya”baik bu asslamualaikum!
“Wassalam”
Tut..tut..tut
Sebenarnya
mensembunyikan identitasnya yang merupakan seorang anggota grup band terkenal.
Ayahnya adalah seorang pemilik perusahaan ternama dan teman-teman sekolahnya
mengira kalau merupakan siswa SMA biasa, juga sangat berbeda saat di rumah dan
di sekolah ia akan berpenampilan seperti
anak culun namun saat di panggung ia berpenampilan sebaliknya bak seorang
vocalis
Rio
menghela napas panjang.Saat di perjalanan iris mata tersebut menangkap seorang
wanita yang terasa tidak asing lagi baginya, siapa lagi kalau bukan Tara yang
merupakan teman kecil dan cinta pertamanya itu. Namun di saat ia ingin menyapa terlebih
dahulu David mengajak Tara untuk jalan bersama.David merupan rival Rio sejak
kecil. David dan Tara sangat populer di sekolah, teman-teman di sekolah mengira
kalau mereka adalah pasangan karena kedekatan yang bisa dibilang sangat dekat.
Hal itu membuat Rio cemburu. kurang bersosial dengan teman-temannya kecuali
dengan satu orang yaitu Salim yang merupakan gitaris city band disini lebih
memilih terus terang akan identitasnya yang merupakan anggota city band.
Dua
jam pelajaran UAS matematika di pagi hari bukan awal yang bagus menurut para
siswa. menopang dagunya dan mengerjakan soal sambil berkeringat, tidak sadar
bahwa sedari tadi seseorang yang duduk di belakang memandanginya. Penasaran. “Hei Keringatmu
sangat banyak Rio, kau tidak apa-apa kan”ucap Salim tiba-tiba.“Aku baik-baik
saja kok jangan khawatir, mungkin aku sedang kecapeaan”jawab Rio ragu. “Kau
tidak perlu masuk saat pelajaran olahraga, bisa-bisa nanti kau pingsan”.
“Aku bukan laki-laki
lemah , aku bisa bertahan kok”
“Baiklah, sebaiknya
jangan memaksakan diri, dilihat dari kondisi yang sering keringatan bisa
dibilang saat ini jantungmu sedang lemah”
Tidak
mempedulikan ucapan yang dikatakan Salim, ia yakin bisa bertahan ini semua demi ayahnya yang
tidak mau anaknya terlihat lemah. Pokoknya palajaran olahraga kali ini ia tidak
boleh pingsan lagi. Saat jam pelajaran olahraga dimulai semua murid dikelas
berada di lapangan indoor kali ini adalah materi basket, Rio terlihat sangat
lesu dan itu membuat Salim sangat khawatir ia pun mengawasi Rio dari kejauhan.
Mereka
semua dibagi menjadi 2 kelompok yaitu
tim A dan tim B kali ini dan seregu dengan.biasanya akan bermain dengan sangat
baik tapi saat ini sangat kewalahan ,ia pun melihat ke arah Tara yang ternyata
dalam bahaya tiba-tiba bola basket melayang kearah dan sigapnya melindungi
akhirnya Rio malah yang terkena bola itu.Tara merasa tak tega melihat Rio dengan
kondisi yang tergeletak lemah.Terus merutuki dirinnya, ia marasa bersalah
seharusnya ia yang terkena bola bukan terbangun dari pingsannya ia memegangi
dadanya yang terasa sakit dan menoleh ke arah samping dan ternyata itu adalah
“Ada apa dengan dadamu
Ri jangan-jangan, jantungmu kambuh lagi
ya”Tanya Tara.Rio tidak menyangka darimana Tara tahu dengan
penyakitnya“darimana kau tahu kalau aku sakit”ucap Rio gugup. “bukannya aku
temanmu ,aku lebih mengerti dirimu dibanding dengan kau sendiri”.Merasa sakit,
menganggapnya teman bukanlah sebagai orang yang special baginya, ia tidak boleh
egois Tara masih menyukai David. “Pulang sekolah nanti pokoknya kau harus
pulang bersamaku” ancam Tara padaku. “Iya..iya baiklah” jawabku dengan nada
lesu.”Sekarang istirahatlah aku mau ke kelas dulu”.Tara meninggalkan Rio yang
masih terbaring di kasur.
Bel
sekolah sudah berbunyi sekitar 15 menit yang lalu. Kini Rio dan Tara sedang
berjalan menuju mobil hitam berjejer yang menunggu tuannya datang di depan
gerbang sekolah. "I-Itu mobilmu, kok seperti mobil Vocalist City Band?"
Tanya Tara ke Rio. Sementara Rio Cepat-cepat menggeleng. "Bu..bu kan. Itu..itu
mobil ayahku." Ucap Rio dengan terbata-bata. Rio melotot. Gila benari Tara
. Tamatlah riwayatnya ,dia tahu semua tentang city band dari mulai mobil
,pakaian, ferform sampe gaya tidur mereka. Ternyata Memang fans fanatic
band, ia harus dikasih acungan jempol.
Hampir saja identitasnya terbongkar kalau tidak ia akan mati di hadapan ayahnya
sekarang juga dan pastinya Tara akan mengadu kepada orangtua.
Saat
mereka sudah keluar dari gerbang –dan berhasil menghiraukan pandangan aneh di
sekitar mereka, mereka kemudian melangkahkan kaki untuk masuk ke BMW yang
pintunya barusan dibuka oleh seorang berseragam driver . Pria itu
kemudian melepas rayband yang ia kenakan, lantas tersenyum."selamat
sore, tuan," sambut pria tersebut sambil menahan pintu saat tuannya akan
masuk."selamat sore juga, Pak Rusdi." kemudian membiarkan untuk masuk
terlebih dahulu. "masuklah."
"selamat
sore, non Tara ," sapa pria itu lagi, kali ini ditujukan kepada. tersenyum
dan membalas sapaan tersebut sesaat sebelum dirinya masuk ke mobil. "nona
Tara kelihatan sangat cantik," kata Pak Rusdi sambil mengedipkan mata pada
Rio.“terima kasih pak “cengar-cengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak
gatal. "!" "Cocok denganmu,
Tuan Rio ," celoteh pria itu lagi.
Blush.
Wajah
Rio sudah sama merahnya dengan tomat sekarang. "Ah, apa-apan sih!" ia melambai-lambaikan
kedua tangannya di depan wajah."Sudah cepat masuk. Aku tidak mau kau
terlambat."
"oke."
Supir,
yang ternyata adalah bodyguard pribadi akhirnya bersiap untuk membawa
mereka berdua pergi.
Kediaman keluarga Rio. Wanita paruh
baya yang sedari tadi mondar-mandir mengkhawatirkan keadaan anaknya sekarang
ini ,tadi ia ditelpon dari pihak sekolah bahwa Rio pingsan saat bermain basket
dan itu membuat resah wanita yang sudah berkepala empat itu , mengetahui bahwa
anak semata wayangnya itu terkena penyakit jantung.
“Asalamualaikum, ibu
aku pulang” teriak Rio menyapa ibunya. Ibu Sukma langsung melesat kearah sumber
suara dan langsung memeluk anaknya itu .
“Aduh, ibu lepaskan aku malu, disini
ada Tara tahu” kata Rio jengkel karena
perlakuan memalukan yang dilakukan ibunya “eh ada Tara, ayo sayang duduk
disini! Bu Sukma mempersilahkan Tara
untuk duduk di sofa. Sementara Rio pergi ke lantai atas.Rio merebahkan tubuhnya
ke kasurnya yang empuk. Ia sangat lelah saat bermain basket. Membuat tubuhnya
terasa pegal , malam ini akan ada jadwal manggung City Bnad yang padat sekali. Walaupun kondisi jantungnya
masih lemah Terpaksa ia harus menerima tawaran itu demi fans dan teman-temannya.
Rio mulai terlelap, tetapi baru beberapa menit ia terpejam ponsel-nya
berbunyi nyaring, . Ia pun melihat layar ponselnya. “halo ada apa” sapa dengan sedikit enggan.”oh ya! Kau cepatlah ke
dorm kita semua sudah menunggumu disini 4 jam lagi kita akan ferform di senayan
city” sahut Dadang dengan suara agak keras.”baik-baik aku akan kesana”sambung
Rio .”jika kau lelah kita bisa mungundur jadwalnya kok” .”sudahlah aku masih
kuat”. ”baiklah jika kau memaksa”
'Tok!
Tok! Tok!'
Suara
ketukan pintu yang semakin lama semakin keras terdengar setelah beberapa menit
kemudian,"Siapa itu?" teriaknya," ini Tara! boleh aku masuk, aku
membawakanmu obat ibumu menyuruhmu untuk
meminumnya sekarang juga!" balas Tara yang berada di balik pintu.
Ia ingat jam 04.00 adalah waktunya minum
obat,tetapi ia sudah tidak ada waktu untuk minum obat.”Taruh saja di meja
belajarku nanti aku juga akan minum”sahut Rio yang berada di ruang sebelah. Tara
langsung masuk ke kamar yang dipenuhi dengan poster band, ada CD perdana band yang bahkan
mengalahkan koleksi-koleksinya,bagaimana
bisa Rio dapat semua ini, jangan-jangan Rio juga ngefans dengan city
band .
Ia
pun terus mentelaah semua yang ada di kamar Rio akan tetapi ia menemukan sebuah
memo yang berisi jadwal manggung band.“ apa Rio adalah vocalis city band , ini
mustahil” teriak Tara histeris. Lalu terdengar pintu kamar di buka.”ada apa
Tara, kenapa kau sampai teriak histeris apa ada hantu disini”Tanya bu Sukma kepada
Tara.”bibi tahu tidak”. ”tahu apa”. ”kalau Rio adalah seorang vocalis City Band. Bu Sukma menganggukan kepala
tanda bahwa itu benar
"Apa
kau sudah meminum vitaminmu?" tanya
seraya menggoncangkan bahu Rio. Dengan begitu Rio akan tahu jika ia
sedang mengajaknya bicara,Rio melepas headphone-nya. Sedikit mendengar
apa yang di tanyakan padanya. Rio pun
membuka postman bag miliknya. Mencari vitamin penambah stamina miliknya.
Tidak ada.
"Jadi
kau belum meminum vitaminmu?" Tanya Salim ,
"Seperti
biasa, dia pasti lupa. Atau mungkin vitaminnya ketinggalan atau...mungkin dia lupa
membawa air mineral!" tebak Chika yang sejak tadi berkutat dengan handphone-nya.
mengirimkan sebuah email pada seseorang. Beberapa menit kemudian ponsel Rio
berbunyi. Ia pun segera mengangkat panggilan yang masuk.
"CEPAT
MINUM VITAMINMU! TIDAK LUCU KALAU KAU PINGSAN SAAT SEDANG WAWANCARA ATAU PERFORM,
KAN?" teriak dari sebrang,
"I-iya
Tara… “jawab Rio sambil menjauhkan ponsel itu dari telinganya. Rio kaget
identitasnya sebagai vocalist city band diketahui Tara, pasti ini semua karena
ibunya yang menceritakan semuanya kepada Tara. "Kau harus ubah sifat
malasmu itu, Rio! Mentang-mentang sudah sembuh kau mengabaikan
kesehatanmu...padahal kau masih harus check up setiap bulan, kan?"
tanya Rafa sambil menyerahkan vitamin miliknya pada Rio, karena ternyata
vitamin milik Naruto ketinggalan seperti yang di tebak Chika.
"Terima
kasih kak Rafa," kata Rio yang kemudian menyimpan vitamin itu.
"...dan
berhentilah bersikap seperti,. Aku tidak tahan melihatnya. Pendiam itu
sangat tidak cocok untukmu!" sambung David ."Apa kau bisa diam, ketus
yang sukses membuat David sweatdrop, makin lama sifat semakin aneh
saja...kadang-kadang mirip dengan Gary tetapi kadang juga mirip dengan dirinya
yang dulu, berisik. hanya menahan tawanya untuk tidak meledak melihat ekspresi David
yang nampak begitu shock.
Setengah
jam setelah performance City Band sudah membuat Rio ngos-ngosan , kini
jantungnya berpacu dengan cepatnya “tinggal satu lagu lagi, aku harus
bertahan”gumam Rio dengan keringat berpuluh. Tiba-tiba tubuh Rio terasa kaku,
matanya sudah mulai mengabur , sorak penonton tidak terdengar jelas di
telinganya. Rio sudah tidak kuat lagi seketika itu tubuhnya ambruk di podium
dengan teriakan para penontong yang histeris karena idolanya jatuh ke lantai.
Para
penonton yang mayoritas adalah perempuan serentak ternganga. Terkejut.
Mereka benar-benar baru tahu kalau Rio idola kesayangan mereka menderita penyakit jantung.
“Cepat
panggil ambulans , sekarang juga!”teriak David takut akan kehilangan sahabatnya
itu.
Rio
dilarikan ke UGD, dan itu membuat semua orang panik takut akan kehilangan orang
yang dicintai mereka. Semuanya mulai meneteskan air mata, Tara menenangkan ibu
Rio yang terus menangis karena rasa kasih sayang terhadap Rio ia pun ikut
menangis juga. Personil City Band menunggu di depan pintu UGD untuk menunggu
kejelasan lebih lanjut tentang keadaan Rio. Lalu terdengar suara langkah kaki
mendekat ke arah mereka dan munculah ayah dan sepupu Rio.
“Kenapa
Rio bisa masuk ke rumah sakit” Tanya Pak Murdi dengan nada marah. “maaf pak,
kali ini Rio terkena serangan jantung”ucap Salim menenangkan Pak Murdi.”Siapa
kalian ini sudah beraninya mengajak Rio bergabung ke band nista ini” kata Pak
Murdi yang membuat semua personil City Band merasa bersalah.
“Hentikan
Murdi!tidak ada yang salah disini, sebaiknya kau melihat ini” ucap Bu Sukma
sambari memperlihatkan sebuah video kepada suaminya itu.
Aku
mengira bahwa saat itu aku akan mati sehingga aku belum sempat bilang kepada
ayah. Berpikir aku akan meninggalkan semua orang yang aku sayangi dan semua hal
yang kumiliki membuatku sempat putus asa, tetapi harapan datang tanpa di duga.Ayah
memberikan sebuah harapan kepadaku bahwa aku tidak boleh menjadi laki-laki
lemah.
Pak
Murdi menangis terharu, melihat anaknya yang sudah tumbuh dewasa.Sungguh rasa
penyesalan tumbuh di hati pria itu, kesempatan yang diberikan tuhanpun terbuang
sia-sia.Ia sudah melewatkan waktu bersama anaknya .
“Rio
tidak bisa disalamtakan,tetapi?”
“Selamatkanlah
anakku Ya Allah, berikanlah aku waktu untuk lebih lama lagi bersama
anakku”pintanya.
“Rio…seharusnya
kau bilang kepadaku bahwa kau mencintaiku, tapi adakah waktu untuk saling lebih
memahami perasaan satu sama lain”Tara menangis tersedu-sedu sambil memikirkan
kenangan akan masa lalu bersama Rio.
…..
Rio
berdiri sendirian di depan sebuah gundukan tanah. Ia tengah menatap nisan di
hadapannya yang bertuliskan 'innalilahi(Lim Bin Ermand)', saudara
sepupunya. Rio kemudian bersimpuh di depan nisan itu dan menaruh sebuket bunga mawar
putih di dekat nisan Lim.
"Aku
tak pernah menyangka, kau akan pergi lebih duluLim..." katanya pelan,
"Aku
selalu berpikir aku-lah yang akan meninggalkan kalian semua lebih dulu, tapi
ternyata malah kau yang meninggalkanku."
Rio
menarik nafas dalam, mencoba mengisi dadanya yang mulai terasa sesak dengan
lebih banyak udara. Rio tidak ingin menangis, kali ini dia tidak ingin
mengeluarkan air matanya."Terima kasih Lim, kau telah memberiku
hidup baru. Maaf karena aku
sempat menolaknya tapi aku janji, aku tidak akan menyia-nyiakan apa yang telah
kau berikan padaku!" katanya lagi, kali ini sambil memegangi dada
kirinya."Aku akan hidup bahagia seperti apa yang kau inginkan. Kau
juga...berbahagialah di sana!" tambahnya sambil menyunggingkan sebuah
senyuman.
"Aku
senang akhirnya kau bisa tersenyum saat mengingat Lim,"
Rio
sedikit kaget saat tiba-tiba mendengar sebuah suara. Ia menolehkan kepalanya
dan melihat Tara sedang berjalan mendekat ke arahnya,

Pada zaman dahulu kala hidup seorang anak bajak laut bernama REINA.dia hidup di tepi pantai bersama ayahnya.Ayahnya seorang kapten bajak laut yg muslim dan terkaya.tetapi ayahnya sangat tidak mempudulikan reina.dan meninggalkan reina setiap hari
kan daia dan ayahnya bisa hidup bersama seperti anak-anak yg lainnya.pada sutu kejadian dia pergi mencari ayahnya hanya sendirian.dia pergi dari rumah.dan dia banyak menemukan hal yg baru dan menemukan teman yaitu dea dan reza
reina:apa kalian membantuku mencari ayahku
dea :baiklah
reza :aku tidak mau.buat apa aku berputualang mendingan aku ngolor aja
lalu dea menjitak kepala dea sampai benjol"
reza :tega sekali kau dea
reina :sudahlah teman-teman jangn ribut, tidak apa-apa kok aku belayar sendiri
dea&reza;kami berdua mau kok
Reina:baiklah teman-teman kita belayar
Reina dan kawan-kawan belayar dan menumukan banyak rintangan.dan pada suatu tempat bernama greenland menumukan kapal bajak laut bendera hijau berlafaz Allah.dia tahu kalau kapal itu adalah kapal ayahnya.tetapi disitu banyak sekali pohon dan hewan-hewan yg buas.Reina tersesat, sedangkan dea dan reza menemukan ayah reina.dea dan reza menceritakan tentang reina.lalu ayahnya menyadari hal itu dan ayahnya mencari reina.raina mulai pngn dimakan serigala lalu dngn cepat ayahnya menolongnya.
Ayah:kau tidak apa-apa reina
reina:ayah
ayah:reina maafkan aku karena telah meninggalkanmu, ayah berjanji akan selalu bersamamu
Reina:ayah berjanji? aku maafkan ayah.THANK YOU DAD
AKHIRNYA REINA DAN AYAHNYA HIDUP BAHAGIA SELAMANYA.
pada suatu hari ada
anak kecil bernama makki.dia anak yg tidak suka bergaul dengan temannya dia selalu
dirumah tp dia mempunyai semangat yg tinggi dan cita-cita yg tinggi sekali.dia
selalu dijauhi oleh teman-temannya karena itulah dia suka munggurung diri.dia hanya
sebatang kara tinggal sendiri tetapi dia tidak menyerah pada saat dia berumur 12 tahun
dia meneuakan jalan, akhirnya dia mempikan sesuatu tentang masa depanya.yg berisikan
tentang kehidupannya di masa yang akan datang yang menyadihkan.tetapi akhirnya dia
merubah kehidupannya yang tdainya tidak punya teman, sekarang ia mempunyai teman dan dia
gemar menggambar kartun. sekarang ia telah menjadi animator.akhirnya makki hidup
dengan senang dan mempunyai guru dan teman-taman yg sayang dengannya. dia selalu sholat
dan mengaji setap hari sejak itu.sewaktu dia berumur 16 tahun dia mencari oran
tua ,ia ingin seperti anak yg punya ortu.tapi dia tidak menyerah dan selalu berdoa kepada tuhan.pada pagi hari dia menemukan seorang bapak-bapak disebuah taman dan
makki mengobrol dengan bapak itu ternyata ia juga kehilangan anaknya dan ia bercerita
tantang anaknya itu.tapi beberapa hari kemudian bapak itu menyadari sesuatu
bahwa makki ank yg ada dalam cerita.akhirnya makki dan ayahnya hidup bahagia.
THE END
Sorak
sorai penonton yang memenuhi seolah
menggetarkan gedung pertunjukkan MEIS besar itu. City Band baru saja
menyelesaikan 5 buah lagu dia atas panggung yang spektakuler ini adalah
penampilan perdana mereka. Tak di duga berhasil memborong empat penghargaan
sekaligus.
Semua
penghargaan itu semakin mengukuhkan sebagai salah satu group band teratas di
Indonesia. mereka mengawali debut mereka sajak SMP,setelah mengalami pahitnya
perjuangan kurang lebih dua tahun akhirnya mereka menjadi popular di kalangan
remaja.sekarang mereka begitu terkanal grup city band sering tampil di stasiun televisi
terkemuka.
Fans
meraka terus bertambah setiap harinya. Selain memiliki fans mereka huga
memiliki anti-fans. Fans menyatakan bahwa Rio sangat romantic karena selain
seorang vocalis,ia juga sangat pandai menciptakan lagu dan memainkan berbagai
macam alat musik,
“hei coba lihat!
Anti-fans kalian semakin banyak!” ujar Dadang. Menejer city band sambari
menunjukkan PC Tabletnya pada
“Biarkan saja! Aku sama
sekali tidak peduli pada mereka!” jawabnya dengan nada ketus
“…tapi fans kalian juga
semakin banyak. Jadi kurasa kalian tidak perlu memikirkan hal itu!” sambung
Chika . Asisten City Band .“selesai konser dia langsung masuk kamar untuk
beristirahat. Yah,biarpun dia sudah sembuh berkat…tetap saja ketahanan
fisik-nya paling lemah diantara kita semua.Sejak kecil dia jarang sekali
olahraga, berbeda denganmun mu dan juga
Andro.“ah, benar juga. Kalau begitu aku akan menambahkan jadwal kalian setiap
jam 05.30 s/d 07.30. Yah,tentu saja jika jadwal yang diberikan pihak menejemen
kosong saat itu!
“Tentu saja OLAHRAGA!
INGAT SEMANGAT 45 ITU PENTING!”
Di
dalam sebuah kamar sedang belajar untuk persiapan uas besok, aktivitas belajar
berhenti dikarenakan panggilan masuk yang datang dari ibunya“kenapa kau belum
pulang juga”!tanya ibu rio dari telepon.“tenang saja ibu sedikit lagi juga aku sudah mau pulang, oh ia apa ayah
tidak menanyakan keterlambatanku pulang ke rumah”
“Sepertinya ayahmu
sedang sibuk dengan pekerjaannya sehingga ia tidak menyadarinya”.‘syukurlah,
ibu teleponnya aku matikan dulu ya.“jaga kondisi kesehatanmu ya”baik bu asslamualaikum!
“Wassalam”
Tut..tut..tut
Sebenarnya
mensembunyikan identitasnya yang merupakan seorang anggota grup band terkenal.
Ayahnya adalah seorang pemilik perusahaan ternama dan teman-teman sekolahnya
mengira kalau merupakan siswa SMA biasa, juga sangat berbeda saat di rumah dan
di sekolah ia akan berpenampilan seperti
anak culun namun saat di panggung ia berpenampilan sebaliknya bak seorang
vocalis
Rio
menghela napas panjang.Saat di perjalanan iris mata tersebut menangkap seorang
wanita yang terasa tidak asing lagi baginya, siapa lagi kalau bukan Tara yang
merupakan teman kecil dan cinta pertamanya itu. Namun di saat ia ingin menyapa terlebih
dahulu David mengajak Tara untuk jalan bersama.David merupan rival Rio sejak
kecil. David dan Tara sangat populer di sekolah, teman-teman di sekolah mengira
kalau mereka adalah pasangan karena kedekatan yang bisa dibilang sangat dekat.
Hal itu membuat Rio cemburu. kurang bersosial dengan teman-temannya kecuali
dengan satu orang yaitu Salim yang merupakan gitaris city band disini lebih
memilih terus terang akan identitasnya yang merupakan anggota city band.
Dua
jam pelajaran UAS matematika di pagi hari bukan awal yang bagus menurut para
siswa. menopang dagunya dan mengerjakan soal sambil berkeringat, tidak sadar
bahwa sedari tadi seseorang yang duduk di belakang memandanginya. Penasaran. “Hei Keringatmu
sangat banyak Rio, kau tidak apa-apa kan”ucap Salim tiba-tiba.“Aku baik-baik
saja kok jangan khawatir, mungkin aku sedang kecapeaan”jawab Rio ragu. “Kau
tidak perlu masuk saat pelajaran olahraga, bisa-bisa nanti kau pingsan”.
“Aku bukan laki-laki
lemah , aku bisa bertahan kok”
“Baiklah, sebaiknya
jangan memaksakan diri, dilihat dari kondisi yang sering keringatan bisa
dibilang saat ini jantungmu sedang lemah”
Tidak
mempedulikan ucapan yang dikatakan Salim, ia yakin bisa bertahan ini semua demi ayahnya yang
tidak mau anaknya terlihat lemah. Pokoknya palajaran olahraga kali ini ia tidak
boleh pingsan lagi. Saat jam pelajaran olahraga dimulai semua murid dikelas
berada di lapangan indoor kali ini adalah materi basket, Rio terlihat sangat
lesu dan itu membuat Salim sangat khawatir ia pun mengawasi Rio dari kejauhan.
Mereka
semua dibagi menjadi 2 kelompok yaitu
tim A dan tim B kali ini dan seregu dengan.biasanya akan bermain dengan sangat
baik tapi saat ini sangat kewalahan ,ia pun melihat ke arah Tara yang ternyata
dalam bahaya tiba-tiba bola basket melayang kearah dan sigapnya melindungi
akhirnya Rio malah yang terkena bola itu.Tara merasa tak tega melihat Rio dengan
kondisi yang tergeletak lemah.Terus merutuki dirinnya, ia marasa bersalah
seharusnya ia yang terkena bola bukan terbangun dari pingsannya ia memegangi
dadanya yang terasa sakit dan menoleh ke arah samping dan ternyata itu adalah
“Ada apa dengan dadamu
Ri jangan-jangan, jantungmu kambuh lagi
ya”Tanya Tara.Rio tidak menyangka darimana Tara tahu dengan
penyakitnya“darimana kau tahu kalau aku sakit”ucap Rio gugup. “bukannya aku
temanmu ,aku lebih mengerti dirimu dibanding dengan kau sendiri”.Merasa sakit,
menganggapnya teman bukanlah sebagai orang yang special baginya, ia tidak boleh
egois Tara masih menyukai David. “Pulang sekolah nanti pokoknya kau harus
pulang bersamaku” ancam Tara padaku. “Iya..iya baiklah” jawabku dengan nada
lesu.”Sekarang istirahatlah aku mau ke kelas dulu”.Tara meninggalkan Rio yang
masih terbaring di kasur.
Bel
sekolah sudah berbunyi sekitar 15 menit yang lalu. Kini Rio dan Tara sedang
berjalan menuju mobil hitam berjejer yang menunggu tuannya datang di depan
gerbang sekolah. "I-Itu mobilmu, kok seperti mobil Vocalist City Band?"
Tanya Tara ke Rio. Sementara Rio Cepat-cepat menggeleng. "Bu..bu kan. Itu..itu
mobil ayahku." Ucap Rio dengan terbata-bata. Rio melotot. Gila benari Tara
. Tamatlah riwayatnya ,dia tahu semua tentang city band dari mulai mobil
,pakaian, ferform sampe gaya tidur mereka. Ternyata Memang fans fanatic
band, ia harus dikasih acungan jempol.
Hampir saja identitasnya terbongkar kalau tidak ia akan mati di hadapan ayahnya
sekarang juga dan pastinya Tara akan mengadu kepada orangtua.
Saat
mereka sudah keluar dari gerbang –dan berhasil menghiraukan pandangan aneh di
sekitar mereka, mereka kemudian melangkahkan kaki untuk masuk ke BMW yang
pintunya barusan dibuka oleh seorang berseragam driver . Pria itu
kemudian melepas rayband yang ia kenakan, lantas tersenyum."selamat
sore, tuan," sambut pria tersebut sambil menahan pintu saat tuannya akan
masuk."selamat sore juga, Pak Rusdi." kemudian membiarkan untuk masuk
terlebih dahulu. "masuklah."
"selamat
sore, non Tara ," sapa pria itu lagi, kali ini ditujukan kepada. tersenyum
dan membalas sapaan tersebut sesaat sebelum dirinya masuk ke mobil. "nona
Tara kelihatan sangat cantik," kata Pak Rusdi sambil mengedipkan mata pada
Rio.“terima kasih pak “cengar-cengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak
gatal. "!" "Cocok denganmu,
Tuan Rio ," celoteh pria itu lagi.
Blush.
Wajah
Rio sudah sama merahnya dengan tomat sekarang. "Ah, apa-apan sih!" ia melambai-lambaikan
kedua tangannya di depan wajah."Sudah cepat masuk. Aku tidak mau kau
terlambat."
"oke."
Supir,
yang ternyata adalah bodyguard pribadi akhirnya bersiap untuk membawa
mereka berdua pergi.
Kediaman keluarga Rio. Wanita paruh
baya yang sedari tadi mondar-mandir mengkhawatirkan keadaan anaknya sekarang
ini ,tadi ia ditelpon dari pihak sekolah bahwa Rio pingsan saat bermain basket
dan itu membuat resah wanita yang sudah berkepala empat itu , mengetahui bahwa
anak semata wayangnya itu terkena penyakit jantung.
“Asalamualaikum, ibu
aku pulang” teriak Rio menyapa ibunya. Ibu Sukma langsung melesat kearah sumber
suara dan langsung memeluk anaknya itu .
“Aduh, ibu lepaskan aku malu, disini
ada Tara tahu” kata Rio jengkel karena
perlakuan memalukan yang dilakukan ibunya “eh ada Tara, ayo sayang duduk
disini! Bu Sukma mempersilahkan Tara
untuk duduk di sofa. Sementara Rio pergi ke lantai atas.Rio merebahkan tubuhnya
ke kasurnya yang empuk. Ia sangat lelah saat bermain basket. Membuat tubuhnya
terasa pegal , malam ini akan ada jadwal manggung City Bnad yang padat sekali. Walaupun kondisi jantungnya
masih lemah Terpaksa ia harus menerima tawaran itu demi fans dan teman-temannya.
Rio mulai terlelap, tetapi baru beberapa menit ia terpejam ponsel-nya
berbunyi nyaring, . Ia pun melihat layar ponselnya. “halo ada apa” sapa dengan sedikit enggan.”oh ya! Kau cepatlah ke
dorm kita semua sudah menunggumu disini 4 jam lagi kita akan ferform di senayan
city” sahut Dadang dengan suara agak keras.”baik-baik aku akan kesana”sambung
Rio .”jika kau lelah kita bisa mungundur jadwalnya kok” .”sudahlah aku masih
kuat”. ”baiklah jika kau memaksa”
'Tok!
Tok! Tok!'
Suara
ketukan pintu yang semakin lama semakin keras terdengar setelah beberapa menit
kemudian,"Siapa itu?" teriaknya," ini Tara! boleh aku masuk, aku
membawakanmu obat ibumu menyuruhmu untuk
meminumnya sekarang juga!" balas Tara yang berada di balik pintu.
Ia ingat jam 04.00 adalah waktunya minum
obat,tetapi ia sudah tidak ada waktu untuk minum obat.”Taruh saja di meja
belajarku nanti aku juga akan minum”sahut Rio yang berada di ruang sebelah. Tara
langsung masuk ke kamar yang dipenuhi dengan poster band, ada CD perdana band yang bahkan
mengalahkan koleksi-koleksinya,bagaimana
bisa Rio dapat semua ini, jangan-jangan Rio juga ngefans dengan city
band .
Ia
pun terus mentelaah semua yang ada di kamar Rio akan tetapi ia menemukan sebuah
memo yang berisi jadwal manggung band.“ apa Rio adalah vocalis city band , ini
mustahil” teriak Tara histeris. Lalu terdengar pintu kamar di buka.”ada apa
Tara, kenapa kau sampai teriak histeris apa ada hantu disini”Tanya bu Sukma kepada
Tara.”bibi tahu tidak”. ”tahu apa”. ”kalau Rio adalah seorang vocalis City Band. Bu Sukma menganggukan kepala
tanda bahwa itu benar
"Apa
kau sudah meminum vitaminmu?" tanya
seraya menggoncangkan bahu Rio. Dengan begitu Rio akan tahu jika ia
sedang mengajaknya bicara,Rio melepas headphone-nya. Sedikit mendengar
apa yang di tanyakan padanya. Rio pun
membuka postman bag miliknya. Mencari vitamin penambah stamina miliknya.
Tidak ada.
"Jadi
kau belum meminum vitaminmu?" Tanya Salim ,
"Seperti
biasa, dia pasti lupa. Atau mungkin vitaminnya ketinggalan atau...mungkin dia lupa
membawa air mineral!" tebak Chika yang sejak tadi berkutat dengan handphone-nya.
mengirimkan sebuah email pada seseorang. Beberapa menit kemudian ponsel Rio
berbunyi. Ia pun segera mengangkat panggilan yang masuk.
"CEPAT
MINUM VITAMINMU! TIDAK LUCU KALAU KAU PINGSAN SAAT SEDANG WAWANCARA ATAU PERFORM,
KAN?" teriak dari sebrang,
"I-iya
Tara… “jawab Rio sambil menjauhkan ponsel itu dari telinganya. Rio kaget
identitasnya sebagai vocalist city band diketahui Tara, pasti ini semua karena
ibunya yang menceritakan semuanya kepada Tara. "Kau harus ubah sifat
malasmu itu, Rio! Mentang-mentang sudah sembuh kau mengabaikan
kesehatanmu...padahal kau masih harus check up setiap bulan, kan?"
tanya Rafa sambil menyerahkan vitamin miliknya pada Rio, karena ternyata
vitamin milik Naruto ketinggalan seperti yang di tebak Chika.
"Terima
kasih kak Rafa," kata Rio yang kemudian menyimpan vitamin itu.
"...dan
berhentilah bersikap seperti,. Aku tidak tahan melihatnya. Pendiam itu
sangat tidak cocok untukmu!" sambung David ."Apa kau bisa diam, ketus
yang sukses membuat David sweatdrop, makin lama sifat semakin aneh
saja...kadang-kadang mirip dengan Gary tetapi kadang juga mirip dengan dirinya
yang dulu, berisik. hanya menahan tawanya untuk tidak meledak melihat ekspresi David
yang nampak begitu shock.
Setengah
jam setelah performance City Band sudah membuat Rio ngos-ngosan , kini
jantungnya berpacu dengan cepatnya “tinggal satu lagu lagi, aku harus
bertahan”gumam Rio dengan keringat berpuluh. Tiba-tiba tubuh Rio terasa kaku,
matanya sudah mulai mengabur , sorak penonton tidak terdengar jelas di
telinganya. Rio sudah tidak kuat lagi seketika itu tubuhnya ambruk di podium
dengan teriakan para penontong yang histeris karena idolanya jatuh ke lantai.
Para
penonton yang mayoritas adalah perempuan serentak ternganga. Terkejut.
Mereka benar-benar baru tahu kalau Rio idola kesayangan mereka menderita penyakit jantung.
“Cepat
panggil ambulans , sekarang juga!”teriak David takut akan kehilangan sahabatnya
itu.
Rio
dilarikan ke UGD, dan itu membuat semua orang panik takut akan kehilangan orang
yang dicintai mereka. Semuanya mulai meneteskan air mata, Tara menenangkan ibu
Rio yang terus menangis karena rasa kasih sayang terhadap Rio ia pun ikut
menangis juga. Personil City Band menunggu di depan pintu UGD untuk menunggu
kejelasan lebih lanjut tentang keadaan Rio. Lalu terdengar suara langkah kaki
mendekat ke arah mereka dan munculah ayah dan sepupu Rio.
“Kenapa
Rio bisa masuk ke rumah sakit” Tanya Pak Murdi dengan nada marah. “maaf pak,
kali ini Rio terkena serangan jantung”ucap Salim menenangkan Pak Murdi.”Siapa
kalian ini sudah beraninya mengajak Rio bergabung ke band nista ini” kata Pak
Murdi yang membuat semua personil City Band merasa bersalah.
“Hentikan
Murdi!tidak ada yang salah disini, sebaiknya kau melihat ini” ucap Bu Sukma
sambari memperlihatkan sebuah video kepada suaminya itu.
Aku
mengira bahwa saat itu aku akan mati sehingga aku belum sempat bilang kepada
ayah. Berpikir aku akan meninggalkan semua orang yang aku sayangi dan semua hal
yang kumiliki membuatku sempat putus asa, tetapi harapan datang tanpa di duga.Ayah
memberikan sebuah harapan kepadaku bahwa aku tidak boleh menjadi laki-laki
lemah.
Pak
Murdi menangis terharu, melihat anaknya yang sudah tumbuh dewasa.Sungguh rasa
penyesalan tumbuh di hati pria itu, kesempatan yang diberikan tuhanpun terbuang
sia-sia.Ia sudah melewatkan waktu bersama anaknya .
“Rio
tidak bisa disalamtakan,tetapi?”
“Selamatkanlah
anakku Ya Allah, berikanlah aku waktu untuk lebih lama lagi bersama
anakku”pintanya.
“Rio…seharusnya
kau bilang kepadaku bahwa kau mencintaiku, tapi adakah waktu untuk saling lebih
memahami perasaan satu sama lain”Tara menangis tersedu-sedu sambil memikirkan
kenangan akan masa lalu bersama Rio.
…..
Rio
berdiri sendirian di depan sebuah gundukan tanah. Ia tengah menatap nisan di
hadapannya yang bertuliskan 'innalilahi(Lim Bin Ermand)', saudara
sepupunya. Rio kemudian bersimpuh di depan nisan itu dan menaruh sebuket bunga mawar
putih di dekat nisan Lim.
"Aku
tak pernah menyangka, kau akan pergi lebih duluLim..." katanya pelan,
"Aku
selalu berpikir aku-lah yang akan meninggalkan kalian semua lebih dulu, tapi
ternyata malah kau yang meninggalkanku."
Rio
menarik nafas dalam, mencoba mengisi dadanya yang mulai terasa sesak dengan
lebih banyak udara. Rio tidak ingin menangis, kali ini dia tidak ingin
mengeluarkan air matanya."Terima kasih Lim, kau telah memberiku
hidup baru. Maaf karena aku
sempat menolaknya tapi aku janji, aku tidak akan menyia-nyiakan apa yang telah
kau berikan padaku!" katanya lagi, kali ini sambil memegangi dada
kirinya."Aku akan hidup bahagia seperti apa yang kau inginkan. Kau
juga...berbahagialah di sana!" tambahnya sambil menyunggingkan sebuah
senyuman.
"Aku
senang akhirnya kau bisa tersenyum saat mengingat Lim,"
Rio
sedikit kaget saat tiba-tiba mendengar sebuah suara. Ia menolehkan kepalanya
dan melihat Tara sedang berjalan mendekat ke arahnya,





0 komentar:
Posting Komentar