SELAMAT DATANG DI BLOG SUKAI POS DAN LAMAN SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA

Selasa, 01 November 2016

Cerpen GGS dan Keluargaku Semangat Hidupku

GGS (Gara-Gara Skripsi)

             Tampak seorang gadis berumuran 21 tahun yang diketahui namanya Kare sedang mamainkan notebooknya dengan lincah ditemani alunan musik yang menambahkan kesan bahwa dirinya benar-benar menikmati setiap alunan lagu yang dimainkah oleh sebuah radio.Tidak lupa menambahkan kesan bahwa dirinya sedang sibuk atau bisa dibilang tidak ada waktu untuk bermalas-malasan,dengan terampilnya ia memainkan jari-jarinya itu di atas keyboard sambil melihat setiap kata yang tampil di layar notebook.
           Dia adalah seorang mahasiswa jurusan pendidikan biologi yang sudah lama mengambil jenjangnya itu di Universitas Islam Negeri Jakarta atau yang singkatnya UIN dan tidak bisa dipungkiri lagi kalau universitas itu berbasis islam,tak lama lagi ia akan lulus dari universitas yang membuat dirinya harus beli obat oskripsi karena ia terkena demam skiripsi menyebabkan dirinya harus ngoceh ga jelas.
           “Hei, hentikan ocehanmu itu baka aniki”,bentak  seseorang panggil saja namanya Cumit yang diketahui sebagai adik semata wayangnya itu “membuat gendang telingaku rusak tahu”, Serunya sambil menutup kupingnya yang berkedut karena teriakan dari kakaknya itu yang bahkan mengalahkan suara klakson kapal pesiar.
        “Oh,maaf!apa aku menggangumu”katanya dengan memasang wajah tampang tidak bersalah.   
        “Dasar  mie kare,membuatku  ingin makan mie kare saja”dia pun pergi meninggalkan kakaknya itu yang sukses memasang muka jangan lupa dia ikut cengo karena kekonyolan adiknya itu,”dasar aneh”  
         Huh lupakan adiknya itu dan kita kembali ke Kare yang memakai kacamata hampir setebal pantat botol.Dia pun lelah dengan tugas skripsi,tugas ppt, tugas apa ajalah yang penting namanya tugas yang diberi oleh dosen killernya itu,belum lagi tugas harian yang  ia harus kerjakan kalau tidak dikerjakan maka bersiaplah ia tidak  dapat uang jajan , jangan sampai begitu, Bagaimana nasib skripsi dan ongkos pergi ke kampus? masa dia harus ngutang ketemannya nanti bisa panjang urusannya.
         Dering ponsel Kare membuyarkan lamunannya itu, dengan nada Bunga terakhir yang dinyanyikan oleh penyanyi yang terkenal dengan baladnya itu kalau bukan Afgan yang jadi            penyanyi favoritnya itu mungkin yang membuatnya ngefans sama Afgan karena ia sama-sama memakai kacamata.Dengan malas ia meraih ponsel dan menekan tombol hijau.
        “Sayang? Kamu sudah sehat hari ini?obatnya sudah diminum?” ucap pria yang terdengar samar-samar.
        “Sudah! kamu jangan menggangu sana pergi, Assalamualaikum” bentak suara yang terdengar di ponsel,” hehehe maaf ya Kare itu tadi Fahru oh ya gimana skripsinya udah jadi blom”Tanya suara yang digantikan oleh suara perempuan sepertinya itu teman kostnya yang bernama Fahmi.
         “oh”mulut Kare pun melebar hampir membuat huruf O,”Kare jawab salam dulu donk jangan O aja,”iya iya wa’alaikumsalam belum jadi nih skripsinya kepala lagi pusing mau dilanjutin apa di pause belum nemu ide yang cocok sama skripsi lagian tugas PPT juga belum selesai”sahut Kare dengan panjang lebarnya.
         “Kare tuh dosen beneran killer banget masa tugas yang setumpukkan itu harus diselasaikan minggu ini mendingan kita demo aja tuh sekelas”ujar Fahmi dengan semangat 45 nya.
          “Eh,jangan Fahmi nanti lu mau IPK lu E”sahut Kare berusaha menghentikan ide gila temannya itu.
          “iya deh gue ga bakalan begitu ,gua juga takut kali kalo nilai gue E bisa-bisa ga bakalan lulus dari kampus lagian gue harus wisuda sekalian banggain orang tua pembuktian kalo gua berhasil lulus”kata Fahmi dengan yakinnya.
          “Ngomomg-ngomong, Fahmi lu so sweet banget sama si Fahru,teman sekelas Kare dan Fahmi,jangan-jangan lu ama dia udah jadian ya?tanya Kare penasaran”Lu kok tahu sih Kare kalo gue sama Fahru jadian”ujar Fahmi dengan lenjenya.
            “Dari nada bicaranya Fahru yang sok perhatian sama lu”ujar kare dan membuat Fahmi tersentak dengan ucapan Kare tadi”Gimana lu tahu Kare,jangan-jangan lu mata-matain gue ya?
            “Nih orang  benaran kelewatan bercandanya”ucap Kare dalam hati sudah cukup dirinya menerima lawakan dari adiknya dan teman sekostnya itu yang terkenal dengan kelebayannya. 
“Kare kapan lu punya pacar kayanya lu sibuk banget sama tugas cobalah untuk  bersantai”
             Tak lama kemudian, terdengar suara adiknya memenggil namanya.Dia pun tergerak  bangkit dan menuju sumber suara yang memancing rasa amarahnya itu karena temannya menanyakan hal tabu pada dirinya,tak lupa ia menekan tombol pause dilayar ponsel untuk melanjutkan pembicaraannya dengan Fahmi.
          “Ada apa Cum”Kata kare dengan amarah yang meluap-luap,”Eits,jangan marah dong kak cuma minta tolong aja ini jawabannya berapa?jawab Cumit dengan cengiran lebarnya.
         “Kau ini baka sekali sih,sini bukunya!Titah Kare kepada adiknya yang langsung menyerahkan bukunya itu ke Kare tak perlu lama ia berhasil mengerjakan soal itu dalam waktu 1 menit”benar-benar rekor,terbaik”ucap Cumit sambil mengacungkan jempolnya ”sudah tidak ada lagi kan yang perlu dibantu?tanya Kare kepada Cumit”ga ada kak,ini sudah cukup kok terima kasihya atas bantuannya”jawab Cumit masih dengan cengiran lebarnya”hmppt” Kare pun menyahutinya.
          Kare pun mulai menyambungkan dirinya dengan Fahmi”Kare Kok lama banget sih emang ada masalah lagi”Tanya Fahmi penasaran,”Tadi adikku menyuruhku membantunya mengerjakan soal”.”Oh begitu”Kata Fahmi sambil menganggukkan kepala tanda mengerti.
        “Oh ya Fahmi aku ada pesan untukmu bahwa tugas itu harus segera dikerjakan jika kita tunda maka tugas tersebut tidak bakalan terselesaikan sebaliknya jika kita segera berusaha mengerjakan maka hasil yang kita tuai akan langsung berada di tangan kita dan sesuai dengan harapan yang diinginkan,bukannya aku gak mau pacaran tapi sebaiknya menunda sampai  menikah islam kan menganjurkannya begitu”tutur Kare dengan bijaknya sukses membuat Fahmi tercengang dengan kata-kata yang dilontarkan Kare barusan”Fahmi sampai disini saja ya pembicaraan kita kali ini ,wassalam”

       Kare pun langsung menutup telepon,ia pun terkejut bagaimana ia bisa memiliki pemikiran seperti itu mungkin ada petunjuk yang akan menyelesaikan persoalannya,berterimakasihlah ia pada skripsinya itu  yang membuat dirinya berpikir keras , adiknnya yang konyol  dan temannya yang cerewet membuat ia terus menyombongkan diri betapa hebat pemikirannya itu.  


                                                         
                                                     Keluargaku Semangat Hidupku

Saat burung-burung sudah berkicau dengan merdunya dan si mentari pagi mulai menampakkan dirinya dan pada saat itu juga aku masih berbalut dengan piyama yang kupakai terbaring lemah dikasur, kubuka mata dan kupandangi sekitar sudut kamar. Akupun berjalan menuju kamar mandi sekedar untuk membasuh wajah yang lusuh ini.
Saat aku menuju keruangan yang menjadi tempat favorit ku yang kedua setelah kamar tidurku  yang nyaman itu, kalau bukan sebuah ruangan yang disudutnya terdapat TV dengan layar 33 inch merek LG kupandangi layar itu dengan penuh kekhusuan, kenapa aku sangat menikmati acara itu jawabannya adalah karena acara yang sedang ditayangkan itu adalah acara yang menjadi favorit kami berdua aku dan kakakku tentunya. Di sela acara itu aku menjadi kebingungan kenapa kakakku yang biasanya tergila-gila dengan acara itu tak kunjung hadir. aku mengumpat dalam hati apa yang terjadi dengan kakakku itu .
              “Hah pasti dia ketiduran lagi” kata diriku sambil menyeruput mie panas yang diseduh ibu barusan.
            Akan tetapi kenapa dengan kedua orangtuaku yang tak biasanya berlari-lari cepat menuju ke kamar kakak, akupun lebih terkejut lagi melihat nenek muncul dari balik pintu ruang tamu dan berjalan menuju kamar kakak.
           “Apa yang terjadi” kataku sambil menuju kamar kakakku. Ayah menyadari diriku yang berdiri tegap memasang wajah innocent.
          “kakakmu sedang demam dan pagi ini dia tak bisa mengantarmu ke sekolah, jadi kamu jalan kaki saja ke sekolah, seharusnya kamu peduli dengan kakakmu itu!”kata ayah sambil memegang pundakku.
           “ Merepotkan sekali sih kakak itu, tapi Ayah aku enggak mau jalan kaki, kalau begitu ibu saja yang mengantar aku ke sekolah sekalian berangkat mengajar, kataku sambil memasang muka semelas mungkin berharap ibu mengabulkan permintaanku ini.
           “ibu gak bisa, ibu juga harus pergi ke sekolah untuk mengantar kakakmu ke rumah sakit dan mengantar surat izin ke sekolahnya, sudah kamu mandi sana nanti terlambat ke sekolah”. kata ibu sambil memasang wajah galaknya.
           “Ternyata ibuku itu menyebalkan sekali ,masa aku harus jalan kaki terus, kan malas” batin diriku lemas.
             Aku pun mengeluh sambil berjalan menuju kamar mandi, selepas mandi aku berpakaian rapi dengan seragam merah putih yang menjadi lambang bahwa diriku anak sekolah dasar. Setelah berpamitan dengan ayah, ibu, dan nenek, lalu aku pun berlari, takut akan terlambat  sekolah. Setelah sampai di gerbang sekolah akupun berjalan ke kelas,setelah itu diriku duduk dibangku tepatnya dibelakang melepas semua penat yang menjalar diriku. Akan tetapi,kenapa aku duduk sendirian biasanya ada yang menjadi teman sebangku sejak kelas 2 SD. Aku mencari dia dan tepatnya ia duduk bersama temanku yang lain, aku pun tidak mau menegurnya takut ia akan tersinggung nantinya. Bel pun berbunyi menandakan waktunya untuk istirahat, aku keluar berjalan ke kantin sendirian karena teman-temanku sepertinya marah kepadaku tanpa ada alasan yang jelas kenapa aku dicuekin seperti ini, rasanya seperti tertusuk seribu jarum. Aku pun terus berbicara dalam hati.
           “kenapa dengan diriku ini , apa ada yang salah dengan diriku sepertinya aku baik-baik saja kepada mereka, kenapa mereka terus tak peduli pada diriku” bathinku ikut menangis.
            Saat sampai di kelas aku melihat teman-temanku sedang berbisik-bisik, sepertinya mereka membicarakan diriku. Aku sudah tidak tahan dengan mereka dan langsung menegur mereka.
“Eh,kalian kenapa sih dan apa salah diri gue” kata diriku marah.
“Salahlu banyak  tentunya, udah ga usah pake nangis segala” kata temanku menyindir.
“Gue gak nangis” kata diriku kesal. Aku pun teringat apa yang membuatnya marah
 “Oh lu masih marah sama gue, gara-gara ibu gue bilang  lu contek ulangan gue terus lu menyalahkan gue kan kalau gua  bilang kok. Yaudah kalau gue salah, gua minta maaf deh” kata diriku meyakinkan.
“Tuh lu tahu alasanya,yakin lug a bilang ke ibu lu buktinya ibu lu menyalahkan gue sih kan gue cuma mau minta kasih caranya saja, udah terlanjur gua marah sama lu ” kata temanku dengan sinisnya.
Diriku menyesal seharusnya aku bilang  ke ibu yang pada saat itu menjadi wali kelasku aku.
Setelah pulang sekolah diriku menyempatkan diri ke rumah nenek untuk mengambil kunci rumah karena orangtuaku menemani kakak di rumah sakit sampai besok pagi. Aku sangat kesepian seperti tunawisma yang tinggal dijalani hanya ditemani sekotak kardus bekas, begitu kesepiannya diriku akupun terus saja menangisi kelamnya hidupku hari ini dimulai dari kakak yang sakit, ditinggal orangtua, dan dicuekin teman. Aku begitu merindukan hidupku yang gembira seperti berkumpul dengan keluarga dan bersenang-senang dengan kawan-kawan, akan tetapi hidup seperti itu tidak hadir padaku pada saat ini dan Tuhan berkehendak lain, sepertinya Tuhan tidak akan memberikaan cobaan hidup yang lebih berat lagi kepadaku.

Di saat kesenyapan ini berlangsung tiba-tiba diriku mendengar suara telepon rumah
Kring..kring..kring, ku hentikan tangisanku lalu pergi ke arah asal bunyi itu
“Assalamu’alaikum”akupun mulai berbicara pada sumber suara di telepon itu
“waalaikumsalam, apa kamu tak apa-apa suaramu seperti habis menangis, apa kamu  sedang ada masalah?”
“tidak ada masalah kok bu, aku baik-baik saja, oh ya gimana kabar kakak apa dia sudah baikkan”
“Kakakmu baik-baik saja kok, demamnya sudah turun dan trombositnya juga sudah stabil”
“syukurlah”
“Yasudah,jaga dirimu di rumah ya,jangan sampai sakit”itu adalah pesan yang disampikan oleh ibu setalah dia menutup teleponnya.Tapi pesan itu sepertinya tidak kutepati, panas sudah menjalar ke seluruh tubuhku,tiba-tiba badanku terasa lemas,letih  dan lesu langsung saja kubaringkan badanku ke kasur lantai dekat TV dan sungguh ini hari yang berat bagiku.
Keesokan harinya
Kupaksakan tubuhku untuk berangkat sekolah tapi setelah sampai dikelas temanku menghadang diriku sepertinya ia ingin berbicara empat mata denganku

“Aku minta maaf atas kemarahanku kepadamu aku sangat bersalah seharusnya diriku ini sadar atas perilaku buruk ini diriku  tidak mau disalahkan menjadikan diriku kejam.
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger

Categories

Pages

BTemplates.com

Weekly most viewed